Friday, August 7, 2009

Jepang: Infrastruktur Internet Indonesia Ringkih


Jumat, 17/07/2009 17:34 WIB, detikinet.com,
Jakarta - IDSIRTII,
Aset penting infrastruktur internet Indonesia dinilai Japan Computer Emergency & Response Team/Coodination Center (Japan CERT) masih ringkih. Celah ini pun membuat penjahat cyber jadi mudah untuk menyerang.

Demikian dikatakan Deputi Director Japan CERT, Keisuke Kamata, ketika menyambangi ID-SIRTII di Jakarta. Hal itu dilontarkan Kamata, setelah melihat serangan dedemit maya pada hari kedua tender terbatas Broadband Wireless Access di Indonesia.

"Serangan memang bisa terjadi kapan saja dan kepada siapa saja, karena internet merupakan jalan umum yang dapat dipakai oleh siapa saja, bisa orang baik bisa orang jahat," ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip detikINET, Jumat (17/7/2009).

Untuk itu, lanjut Kamata, setiap institusi sudah selayaknya untuk memperkuat pertahanan cyber mereka sebelum terlanjur digempur para peretas terlebih dulu.

Lebih lanjut, Kamata mengomentari bahwa gangguan yang terjadi pada tender terbatas BWA kemarin mungkin saja terjadi karena beberapa hal. Satu, karena adanya vulnerability atau celah di server yang dapat dimasuki oleh hacker untuk merusak data-data tersebut.

Kedua, karena aplikasi yang dibuat tidak aman (secure), sehingga sangat rentan untuk diganggu oleh para hacker. Ketiga, mungkin saja aplikasi kurang dapat mengantisipasi entry data yang kurang valid, istilah programmer adalah input validasi.

"Sebagai contoh, validasi entry untuk batas minimal dan maksimal harga tender yang boleh di-entry oleh para peserta. Peserta dapat mengedit atau tidak input tersebut, sehingga hal ini dapat mengganggu juga pelaksanaan tender. Nah, hal yang ketiga ini, bukan dilakukan oleh hacker tetapi kekacauan pada aplikasi itu sendiri," jelas Kamata. ( ash / faw )

No comments: