Monday, July 19, 2010

Academy CERT, Satuan Pengamanan 'Harta Karun' Kampus

Senin, 19/07/2010 11:10 WIB

Academy CERT, Satuan Pengamanan 'Harta Karun' Kampus
Ardhi Suryadhi - detikinet

Ilustrasi (Ist.)

Jakarta - Sebuah satuan pengamanan khusus dibentuk untuk mengamankan 'harta karun' kampus-kampus Indonesia dari serbuan program jahat (malware) dan aktivitas kejahatan cyber lainnya. Satuan ini diberi nama Academy CERT Indonesia.

IGN Mantra, Analis Senior Keamanan Jaringan dan Pemantau Trafik Internet ID-SIRTII mengatakan, acara pertemuan yang digelar akhir pekan lalu itu merupakan hari yang cukup bersejarah bagi komunitas Computer Emergency & Response Team (CERT) Indonesia.

"Karena pada hari itu telah dicanangkan sebuah komunitas untuk keamanan kampus di Indonesia dengan nama 'Academy CERT Indonesia'," tukasnya, kepada detikINET dalam keterangan tertulis.

Menurut Mantra, Academy CERT Indonesia merupakan komunitas penting untuk keamanan informasi dan penelitian bidang malware di Indonesia, khususnya di wilayah kampus.

Kampus CERT dapat melindungi berbagai 'harta karun' kampus yakni pengetahuan seperti tesis, desertasi, jurnal, dan lainnya. "Dan kampus CERT dapat memperkuat pertahanan informasi negara, siapa lagi yang dapat melindungi informasi negara ini bila bukan warga negara Indonesia sendiri," tegas Eko Indrajit, Ketua ID-SIRTII.

Ada 14 universitas yang tergabung dalam komunitas ini, di antaranya Swiss Germany University, Universitas Pasundan Bandung, ITS Surabaya, STIMIK AMIK Bandung, Stimik Antar Bangsa Tangerang, Universitas Kebangsaan, Universitas Bina Nusantara, Universitas Pancasila, Politeknik Telkom, dan lainnya.

Acara ini sendiri diprakarsai oleh ID-SIRTII, Swiss Germany University dan JP-CERT (CERT Japan), dan disponsori Ministry Economy, Trade and Industry Japan dan Kementrian Kominfo dan Diknas.

"Pemerintah Jepang berharap munculnya bibit-bibit baru, peneliti muda di kampus di bidang keamanan jaringan dan informasi yang dapat memperkuat pertahanan internet Indonesia dari cybercrime dan aktivitas hacking," tutur Keisuke Kamata, Deputy Director of Global Coordination Division JP-CERT.

Pemerintah Jepang juga mengajak untuk bekerja sama dan berkoordinasi antar negara lewat kampus CERT. Pemerintah Jepang juga berjanji untuk memberikan bantuan dengan berbagai kesempatan untuk mendapatkan beasiswa bagi mahasiswa terbaik yang ingin menekuni dan meneliti di bidang CERT.