Friday, November 26, 2010

Minimalkan Pembajakan Akun Twitter dengan Rajin Ganti Password


Kamis, 25/11/2010 10:30 WIB
Minimalkan Pembajakan Akun Twitter dengan Rajin Ganti Password
Nurvita Indarini - detikNews

Jakarta - Akun twitter Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial, Andi Arief diambil alih orang tak bertanggung jawab. Jika tidak ingin mengalami nasib serupa, ada baiknya kita rajin mengganti password.

"Untuk yang awam, setiap beberapa bulan gantilah user id atau password untuk agar tidak terbobol. Karena kalau pakai yang itu saja, apalagi dipakai untuk banyak akun dan suatu saat bisa jadi akan bobol juga. Setidaknya 3 bulan sekali diganti," saran analis senior keamanan jaringan dan pemantau trafik Internet Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII), IGN Mantra, kepada detikcom, Kamis (25/11/2010).

Ada cara lain yang disarankan Mantra, yakni dengan menggunakan user id dan password yang berbeda untuk akun yang satu dengan yang lain. Fasilitas aplikasi password management bisa digunakan untuk membantu.

"Ada tool tambahan untuk me-manage akun, tinggal instal di komputer. Misal akun A password-nya ini, akun B password-nya ini. Semua disimpan oleh password management, dan ini aman. Ada banyak yang gratisan," tutur Mantra.

Selain itu, jangan pernah berbagi password dengan orang lain, termasuk dengan orang terdekat sekalipun. Kerena ketika password sudah diketahui orang lain, kita tidak pernah bisa mengontrol apakah password itu akan diketahui banyak orang lainnya atau tidak.

"Itu bahaya. Mau ke anak, ke istri, agar aman memang sebaiknya nggak usah dikasih. Apalagi kalau misalnya di dalam e-mail ada informasi rahasia," sambung Mantra.

Andi selama ini memang dikenal suka meng-update informasi seputar penanganan bencana melalui situs mikrobloging twitter. Hingga pukul 01.30 WIB, Kamis (25/11), ia masih sempat mem-posting perkembangan terbaru Gunung Bromo.

"Awas Bromo:24 Nop 2010 pk. 00:00-18:00. Visual: Asap putih tebal kekuningan, mencapai ketinggian 150-200 m dari bibir kawah," tulis Andi.

Namun, sekitar pukul 04.00 WIB, mulai ada hal-hal yang di luar kewajaran di time line kepunyaan bekas aktivis PRD ini. Si pembajak akun bahkan memposting pesan, "Besok Jakarta tsunami."

Staf Andi, A Supriyanto, menyatakan, Andi Arief meminta pembajakan itu diusut. "Beliau tanya-tanya kepada teman-teman yang tahu secara teknis dan meminta bantuan untuk mencari pelakunya," ujar Supriyanto.

Atas peristiwa ini, Andi pun berharap pelakunya diusut. Andi Arief langsung mengganti akun twitter-nya begitu tahu akun yang lama di-hack. Akun barunya itu bernama @AndiAriefNews.

(vit/fay)

No comments: