Saturday, December 11, 2010

Akun Andi Arief Bisa Saja Kembali Setelah Lapor Twitter


Kamis, 25/11/2010 09:56 WIB
Akun Andi Arief Bisa Saja Kembali Setelah Lapor Twitter

Nurvita Indarini - detikNews

Jakarta - Menyebalkan memang kalau akun e-mail atau jejaring sosial kita diambil alih orang lain untuk menyebarkan informasi bohong, seperti yang dialami Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial Andi Arief. Bisakah akun Andi kembali?

"Kalau melapor ke (pengelola) twitter bisa saja kembali. Biasanya kan ada alternatif e-mail, nah nanti (pengelola) twitter akan mengirimkan password baru sementara ke e-mail alternatif itu," ujar analis senior keamanan jaringan dan pemantau trafik Internet Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII), IGN Mantra, kepada detikcom, Kamis (25/11/2010).

Akun Andi yang diambil alih orang lain itu bisa diambil kembali kalau alternatif e-mail di twitter belum diketahui oleh orang iseng itu. Karena itu sebelum melaporkan, pastikan memiliki alternatif e-mail yang aman atau mempunyai alamat e-mail baru yang aman untuk mendapatkan password twitter baru.

"E-mail alternatif memang harus aman karena nanti password yang baru akan dikirim ke alternatif email, bukan ke email utama karena mungkin sudah diambil alih," sambung Mantra.

Siapa pelaku pembajakan? Menurut Mantra bisa siapa saja. "Bisa saja orang dekat Pak Andi karena bisa mengetahui password dan kemudian menggantinya, atau memang orang lain yang punya kemampuan untuk itu. Karena itu, sebaiknya password dan akun jangan sama semua," saran Mantra.

Andi selama ini memang dikenal suka meng-update informasi seputar penanganan bencana melalui situs mikrobloging twitter. Hingga pukul 01.30 WIB, Kamis (25/11), ia masih sempat mem-posting perkembangan terbaru Gunung Bromo.

"Awas Bromo:24 Nop 2010 pk. 00:00-18:00. Visual: Asap putih tebal kekuningan, mencapai ketinggian 150-200 m dari bibir kawah," tulis Andi.

Namun, sekitar pukul 04.00 WIB, mulai ada hal-hal yang di luar kewajaran di time line kepunyaan bekas aktivis PRD ini. Si pembajak akun bahkan memposting pesan,"Besok jakarta tsunami."

Staf Andi, A Supriyanto, menyatakan, Andi Arief meminta pembajakan itu diusut. "Beliau tanya-tanya kepada teman-teman yang tahu secara teknis dan meminta bantuan untuk mencari pelakunya," ujar Supriyanto. Atas peristiwa ini, Andi pun berharap pelakunya diusut.

(vit/nrl)

No comments: