Monday, December 13, 2010

Anak Buah Curiga Pembajakan Akun Twitter Andi Arief Bermotif Politik


Kamis, 25/11/2010 10:29 WIB
Anak Buah Curiga Pembajakan Akun Twitter Andi Arief Bermotif Politik
Irwan Nugroho - detikNews




Jakarta - Anak buah Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial Andi Arief tidak memandang sepele kasus pembajakan akun twitter milik bosnya. Pembajakan itu patut diduga bermotif politik.

"Beliau (Andi) sudah bikin akun baru. Tapi yang pasti patut diduga ada motif politik di balik pembajakan itu," kata Staf Andi, A Supriyanto, kepada detikcom, Kamis (25/11/2010).

Menurut Supriyanto, kecurigaannya itu setidaknya berdasarkan dua hal. Pertama, kalimat yang diunggah oleh pembajak bernada menjatuhkan bosnya selaku staf khusus presiden yang membidangi penangulangan bencana.

Kedua, sambungnya, selama aktif memakai twitter, Andi banyak terlibat perdebatan dengan saingan-saingan politiknya di dunia maya. Tanggapan terhadap Andi kadang ada yang bagus, tapi kadang menjelekkan.

"Kita sih sebetulnya tidak mau ke sana. Tapi motif politis ini kalau misalnya benar-benar terjadi akan sangat disayangkan. Kan tidak selayaknya berpolitik dengan cara seperti ini," ujar Supriyanto.

Ia menambahkan, Andi telah meminta agar tangan jahil yang merusak akun twitternya itu diusut. "Beliau masih konsultasi dengan teman-teman IT. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ketemu siapa pelakunya," tutup Supriyanto.

Supriyanto dalam akun twitternya juga mengecam lawan politik Andi. "Anda yang ngehack twitter Andi Arief, mohon dikembalikan! Anda tidak berpolitik secara elegan! Pengecut!"

Seperti diketahui, akun twitter Andi Arief dibajak dedemit maya sekitar pukul 04.00 WIB. Di time line-nya terposting kalimat-kalimat yang tidak sewajarnya muncul dari Andi selama ini.

Berikut contoh-contoh kalimat yang ada di akun twitter Andi:

1. "Kkkkkkkkkkkkkkkkkk"

2. "Rasain lu stafsus,"

3. "Mau diapain lu stafsus biang bencana ha"

4. "Banyak bacottttt"

5. "Bedebek wek kekok jagoan tengik ngi"

Pelaku juga men-tweet kalimat-kalimat yang mengandung muatan informasi bencana, namun bersifat meledek Andi, seperti, "Merapi eror, bromo dingin hak hak" dan"Besok jakarta tsunami."

Analis senior keamanan jaringan dan pemantau trafik Internet Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII), IGN Mantra menyarankan untuk mengganti semua akun dan password yang dimiliki oleh Andi.

Dijelaskan dia, si pembajak kemungkinan membaca user id dan password milik Andi di tempat lain. Misalnya saja di akun yahoo atau gmail yang tidak lagi dipakai. Setelah mengetahui user id-nya, si pembajak lantas menebak password-nya.

Andi kini telah membuat akun twitter baru dengan alamat @AndiAriefNews.

(irw/nrl)

No comments: