Friday, March 23, 2012

7 Negara ASEAN yang Paling Sering Kena Serangan Web

7 Negara ASEAN yang Paling Sering Kena Serangan Web Jumat, 20/01/2012 10:56 WIB

7 Negara ASEAN yang Paling Sering Kena Serangan Web
Penulis: IGN Mantra - detikinet

Jakarta - Indonesia Academic CSIRT (Computer Security Incident Response Team) atau disingkat ID-ACAD-CSIRT melakukan pengamatan terhadap berbagai nama domain di 7 negara Asia Tenggara, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina dan Kamboja.

Pengamatan yang dilakukan penulis terhadap nama domain yang sering digunakan oleh institusi yakni ada 4 kelompok: pemerintahan (government= .go atau .gov), organisasi (organization = .or atau .org), perusahaan (commercial = .co atau .com) dan terakhir adalah kelompok pendidikan (education = .ac atau .edu).

Serangan terhadap DNS negara paling tinggi diderita oleh Thailand total sebanyak 18.862 DNS, disusul Malaysia 11.645 DNS dan Indonesia dengan total sebanyak 8.055 DNS.

Sementara 4 negara lain yakni Singapura 7.440 DNS, Filipina 3.667 DNS, Vietnam 1.038 dan yang paling sedikit mengalami serangan adalah negara Kamboja sebesar 243 DNS.

Lebih detail lagi untuk melihat pola serangan terhadap web tersebut terutama negara kita, Indonesia, adalah sebagai berikut:

Untuk serangan paling besar diderita oleh DNS pemerintahan atau nama domain .go.id sebesar 6.347 DNS atau 78,80%, DNS organisasi atau .or.id sebesar 1.640 DNS, DNS perusahaan atau .co.id sebesar 40 dan DNS pendidikan atau .ac.id sebesar 28 DNS.

Untuk sang juara Thailand dan runner up Malaysia, dua negara tersebut mengalami serangan web dengan kategori sebagai berikut: Thailand (pemerintahan, 9.012 DNS, 48,24%), (organisasi, 513 DNS, 2,75%), (perusahaan, 4.286 DNS, 22,94%) dan (pendidikan, 4.871 DNS, 26,07%). Sedangkan Malaysia (pemerintahan, 1.136 DNS, 9,76%), (organisasi, 535 DNS, 4,59%), (perusahaan, 8.636 DNS, 74,16%) dan (pendidikan, 1.338 DNS, 11,49%).

Kesimpulan dari pengamatan ini, setiap negara memiliki karakteritik yang berbeda terhadap pola serangan ke web. Untuk Indonesia, hacker sering melakukan serangan ke situs pemerintahan (.go.id) dengan presentase 78,08%, Thailand juga ke pemerintahan (.go.th) atau sebanyak 48,24% dan Malaysia ke sektor perusahaan (.com.my) atau sebesar 74.16%.


*) Penulis, IGN Mantra, Dosen Keamanan Informasi dan Jaringan Komputer, Peneliti 'Cyber Security Inspection' @lab, ABFI Institute Perbanas dan Ketua Indonesia Academic CSIRT/CERT (ID-ACAD-CSIRT). Yang bersangkutan bisa dihubungi di email: Mantra(at)acad-csirt.or.id.

No comments: