Friday, March 23, 2012

Kominfo Godok Tim Penanganan Insiden Keamanan Informasi

Jumat, 24/02/2012 14:16 WIB

Kominfo Godok Tim Penanganan Insiden Keamanan Informasi
Ardhi Suryadhi - detikinet


Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melontarkan wacana pembentukan tim penanganan insiden keamanan informasi. Proses penggodokan tim ini sendiri melibatkan Academic CSIRT, Id-CERT, Id-SIRTII, Banking CERT, Telko-CERT serta Direktorat Keamanan Informasi sebagai penyelenggara.

Beberapa isu terkait keamanan informasi dilontarkan dalam pertemuan tersebut. Seperti terkait defacement, DDOS, theft, malware dan segudang istilah penyerangan keamanan informasi.

Acara dibuka oleh Aswin Sasongko, Dirjen Aplikasi dan Telematika yang melontarkan beberapa kejadian insiden keamanan informasi di dunia penerbangan, serangan ke web pemerintahan, serta bagaimana pemerintah mengatasi berbagai serangan tersebut.

Para panelis mengemukakan berbagai pengalamannya di dalam mengelola CSIRT. Seperti Id-SIRTII disampaikan oleh ketua barunya Rudy Lumanto yang memberikan ilustrasi melindungi informasi layaknya melindungi sebuah benteng dan aset yang ada di dalamnya.

Panelis berikutnya Academic CSIRT yang diwakili oleh sang ketua IGN Mantra. Ia mengemukakan bahwa memberikan kesadaran informasi tidak bisa secepat kilat, pendidikan merupakan cikal bakal bagi anak-anak untuk belajar berbagai hal termasuk mengamankan informasi. Seyogyanya, mendidik dalam mengamankan informasi itu harus dilakukan sejak dini.

Academic CSIRT merupakan wadah bagi perguruan tinggi yang sedang menerapkan keamanan informasi dan menjadi contact point bila terjadi insiden keamanan informasi.

Panelis terakhir adalah Telko-CERT yang diwakili oleh Yusril Sini. Ia mengemukakan tentang grand scenario cyber security, ada beberapa domain yang saling terkait untuk melindungi keamanan informasi seperti mengamankan operation & maintenance, new services & application, optimize existing, dan lainnya.

Kesimpulan dari pertemuan itu adalah informasi memang milik bersama tetapi informasi tersebut harus dijaga keamanannya. Ada berbagai cara untuk melumpuhkan dan mengambil informasi kritis tersebut dan banyak pula cara untuk melindunginya.

"Yang paling penting dari semuanya adalah nasionalisme, siapa lagi yang melindungi informasi negara kita bila tidak kita sendiri sebagai warga negara republik Indonesia," pungkas IGN Mantra kepada detikINET, Jumat (24/2/2012).

No comments: