Friday, August 2, 2019

PRO vs KONTRA : Rektor dan Dosen Impor

Seperti disebut oleh Kemenristek Dikti, tidak perlu takut tergusur dengan Rektor dan Dosen Impor dari Luar Negeri, semua ini untuk mendongkrak Pendidikan Tinggi di Indonesia yang tidak kunjung naik peringkat dunia sekian tahun.
-------------------
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) bersikukuh mendatangkan rektor dan dosen dari luar negeri meski menuai pro dan kontra.
newsplus.antvklik.com - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M. Nasir beralasan, langkah itu dinilai menjadi satu satunya cara mendongkrak peningkatan mutu perguruan tinggi (PT) di Tanah Air menuju kelas dunia (world class university).
"Satu satunya, saya challenge atau kita tantang para PT kita agar sukses untuk berkolabrorasi dengan mendatangkan rektor dan dosen asing. Target kami 2020 sudah bisa didatangkan ke Tanah Air," kata Menristek Dikti M Nasir.
Nasir mengaku telah berkonsultasi dengan Presiden Jokowi dan mengantungi restu melanjutkan rencana tersebut.
"Pada 2016 saya ungkapkan usulan ini ternyata semua rektor teriak memprotes. Lalu saya hentikan dan munculkan lagi tahun ini. Saya lapor ke Presiden dan meminta saya jalan terus," tandasnya.
Nasir mengakui belum ada peraturan yang menjadi payung hukum mendatangkan rektor asing. Sehingga, dia berkonsultasi dengan Presiden Jokowi membuat aturan berupa peraturan pemerintah (PP).
"Saya sudah cek, ini jatuh di PP bukan di peraturan menteri. Saya akan perbaiki PP ke Presiden," cetusnya.

No comments: